Rabu, 11 Mei 2016

....

Terik sang surya telah tiba.
Dada ini bergemuruh.
Bibirpun ikut kebas.
Aku telah membayangkan,
Akan segera menemui,
Dan juga kawan-kawannya.
Kaki ini melangkah dengan cepat,
Ke tempat dirimu berada.
Hah, hatiku patah!
Begitu aku membuka rumahmu,
Kau dan teman-temanmu tidak ada.
Berkeping-keping hati ini hancur.
Tapi tidak sampai meneteskan air mata,
Karena bercampur dengan gelak tawa.
Geli aku!
Kini aku tak bisa meminummu lagi,
Pada jam makan siang.
Kopi dan susu telah raib di lemari.


Medan, 101215

2 komentar: