Kamis, 28 Mei 2015

Tidak Perlu Kalkulasi

Salah hitung...
Jika Anda berharap setiap memasukkan uang ke dalam amplop buat resepsi undangan seperti nikah ataupun khitanan, bahwa uang tersebut akan kembali kepada Anda, lebih parahnya Anda berharap dari orang yang sama.

Salah hitung...
Jika orang tua sangat berharap kalau saat ini merawat dan membesarkan anaknya, kelak anaknya bisa berbakti lebih kepadanya.

Salah hitung...
Jika kita memberi pengemis, lalu kita berharap bahwa mereka, minimal akan mengucapkan terima kasih kepada Anda.

Salah hitung...
Jika seorang guru mendidik muridnya, lalu berharap bahwa kelak muridnya bisa membantu manakala dia dalam kesulitan.

Salah hitung...
Jika Anda pimpinan, jangan menyesal apabila setelah memotivasi, membimbing, dan mengarahkan anak buah Anda supaya mereka maju dan berkembang, dan ternyata... mereka lebih maju dan berkembang, bahkan menjadi pesaing Anda di kemudian hari.

Kenapa jangan dihitung oleh kita?

Yakinlah, setiap kita berbuat baik maka Yang Maha Kuasa akan memberikan balasan kebaikan jauh dari prakiraan dan harapan kita. Perhatikan pantulan dari gua atau tebing, ketika Anda berteriak memanggil nama seseorang akan memantul dengan pantulan yang sama dan lebih banyak.

Anda memanggil "Dewi" maka akan mematul suara, " Dewi... Dewi... Dewi... Wi... Wi... Wi..." Dan tidak berubah, misal Anda memanggil "Dewi", lalu memantul "Raihan... Raihan... Raihan... Han... Han... Han..."

Jadi, teruslah memberi yang terbaik dan jangan dihitung karena Tuhan tidak pernah lengah memperhitungkan amal dan perbuatan kita. Kalkulator Sang Maha Cinta, Maha Canggih looo...!!!


Sumber:
Saya lupa tulisan ini diambil dari mana, tapi sudah saya modifikasi sedikit di beberapa bagian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar