Sebagai manusia kita berhak menerima cinta dari manusia atau makhluk lain yang menjadi harapan kita. Tetapi sebenarnya bukan itu hakikat cinta. Kalau antarmanusia, hakikat cinta itu adalah memberi, bukan menerima. Allah menitipkan rasa di hati kita supaya kita bisa menabur dan mengaplikasikannya kepada semua makhluk di bumi. Hanya memberi dan memberi. Jangan takut tidak berbalas. Seperti cinta orang tua kepada anak, saudara, pasangan, sahabat, atau hewan kesayangan. Mereka juga mendapat peran dari Allah untuk memberi cinta itu, bisa kepada kita, bisa juga kepada yang lain. Jangan takut kalau orang itu pergi dari kehidupan kita karena cintanya tidak ikut pergi, dia mencintai kita di tempat yang lain dengan cara yang lebih indah. Jangan takut, dari Allah lah sesungguhnya kita menerima cinta itu, hapuslah air mata yang ada di hati.
-Dewi Anggraini Sitohang-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar