Tulisan ini dibuat sekitar tahun 2010..
"No body's perfect"
Istilah di atas sering dibilang oleh orang. Saya pribadi, setuju dengan
istilah itu. Memang siy.. ga da yg sempurna, kecuali Allah.. Tapi, segelintir
orang menggunakan dalil "No body's perfect" untuk menyakiti orang
lain.
Di bawah ini ada sebuah cerita..
Seorang mahasiswa, sebut aja Laras yg mempunyai sahabat bernama Agnes.
Mereka berteman sejak pertama kali kuliah di Diploma.. Persahabatan mereka
berlanjut ke ekstensi... Di ekstensi, mereka memang berkenalan dengan banyak
orang baru, tapi, saat ini yg saya fokuskan hanya pada 2 orang saja. Laras dan
Agnes kenalan dengan 2 orang cew, Hana dan Lulu. Hana dan Lulu berteman cukup
dekat (menurut definisi Laras ketika itu). Awal pertemanan mereka baik-baik
saja. Bahkan Laras ga jarang jalan2 dengan Hana dan Lulu, saat itu Laras jd
jarang jalan2 dengan Agnes, karena Agnes sudah bekerja. Seiring berjalan waktu,
Laras sering mendengar cerita "ga baik" tentang Hana dari Lulu. Ga
gitu lama, Laras bermasalah dengan Lulu. Masalah mereka hanya salah paham
menurut Laras. Hmm.. tp, Laras mendengar cerita "kurang menyenangkan"
tentang dia yg mungkin sudah sampai ke telinga sahabatnya Agnes, hal itu
disampaikan oleh Lulu. Huhhfft!! Laras bersyukur, karena Agnes bukan tipe orang
yg gampang percaya dengan "hasutan" orang lain. Laras dan Agnes sudah
berteman jauh sebelum mereka kenal dengan Lulu, jd sudah tau kebaikan dan
keburukan masing2. Selain itu Laras juga tetap berteman baik dengan Hana.
Lambat laun, Laras berteman lg dengan Lulu. Laras berpikir, setiap orang pasti
punya salah, jd klu mau berubah jd baik, ga ada salahnya kan. Toh, Laras juga ga merasa dirinya sempurna.
Tapi.... Lulu jg ga berubah. Lulu sering cerita "jelek" tentang Agnes
ke Laras. Bukan itu saja... Lulu juga ikut "menegatifkan" perilaku
Hana. Wahhhh... Syukurnya, Laras ga mudah terpengaruh dengan segala
"rayuan negatif" dari Lulu. Laras ga mau terjerumus ke lembah
"penuh kekosongan ga ada teman". Satu hal yg pasti, Laras ga dendam
dengan Lulu. Dalam hati Laras, semoga Lulu bisa berubah suatu hari nanti. Laras
juga ga mau bersumpah untuk ga mau berteman lg dengan dia. Bukannya sok baik...,
tp jelas aja Laras ga mau takabbur.. "Jangan pernah membanting pintu,
siapa tau kita harus kembali".
Dari cerita di atas kita bisa ambil hikmah.. Memang siy... ga da manusia yg
sempurna d dunia ini.. Tapi, kita ga boleh menjadikan "istilah" itu
untuk berusaha nyakitin orang lain.. Apalagi kalau kita pernah berhubungan baik
dengan orang itu.. Dalam setiap hubungan itu pasti ada masalah.. Masalah yg
sudah terlanjur ada, jangan diumpetin, ato malah digembar-gemborkan ke org yg
tdk bersangkutan (yg ada malah timbul fitnah), tp sbaiknya dibicarain dengan
org yg b'sangkutan langsung. Kalau dia tidak suka dengan crita kita ato crita
tentang "keburukan kita yg dilebih2kan" udah terlanjur tersebar, ya
udah.. ga usah ambil pusing.. Kita jalani aja "jalan" kita, dan dia
jalani "jalan" dia.. Hidup ini cuman bentar, jd dibawa
"asyik" aja, asal kita tetap berada pada koridor kodrat kita sebagai
makhluk Allah. Yakin aja, apa yg kita tanam, itu yg kita tuai..:)
"Mengapa kita saling membenci?
Awalnya kita saling memberi
Apa tak mungkin hati yang murni sudah cukup berarti?
Ataukah kita belum mencoba memberi waktu pada logika?
Jangan seperti selama ini, hidup bagaikan air dan api."
(By. Naif)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar