Tahun 2010 tulisan ini dibuat, terinspirasi dari seorang dosen saya.
"Lihat segalanya lebih dekat... Dan kau bisa menilai lebih
bijaksana..."
Kalimat di atas adalah sepenggal lirik dari ost. Petualangan Sherina..
Tokoh utama saat ini adalah Laras dan Prof. Hardinawati..
Prof. Hardinawati, atau biasa dipanggil dgn Bu Dina atau Prof. Dina adalah
seorang ketua jurusan merangkap dosen sebuah Departemen di salah satu kampus
terkemuka yg terdapat di Kota Biru. Sehari2 Bu Dina dikenal sebagai seseorang
yg lumayan otoriter. Ga jarang mahasiswa yg merasa "dag dig dug" ketika
akan bertemu beliau. Sudah menjadi rahasia umum, banyak mahasiswa yg tidak
senang dengan Bu Dina. Hmmm... Laras, salah seorang mahasiswa di Fakultas
tersebut awalnya juga "b'pikiran-klu-ibu-ini-kayak-monster". Seiring
dengan berjalannya waktu, opini Laras terhadap Bu Dina berubah drastis. Ketika
itu Laras baru saja seminar proposal, tp swaktu seminar Bu Dina tidak hadir,
kira2 dua minggu kemudian, baru lah dia menjumpai Bu Dina untuk meminta tanda
tangan, padahal itu sudah kelamaan, seharusnya Laras menjumpai Bu Dina sehari
atau setidaknya tiga hari sesudah seminar proposal (dengan catatan: Bu Dina
tidak hadir ketika hari H). Hari itu, Bu Dina baru aja marah2 besar. Laras juga
kurang begitu tau kenapa Bu Dina marah2 gitu. Setelah marah2, Bu Dina beranjak
pergi dari kantor jurusan, padahal Laras belum dapat tanda tangan Bu Dina.
Biasanya kalau lg marah2 gitu, urusan kita dengan Bu Dina kurang berjalan
mulus. Bisa2 kita kena "semprot" ma Bu Dina. Hmm.. Dengan langkah yg
nekat, Laras berjalan mengikuti langkah Bu Dina keluar kantor jurusan. Dina
terus mengikuti... Bu Dina sadar sedang diikuti mahasiswanya.
(Tak disangka tak diduga, Bu Dina manggil Laras kemudian memegang pundaknya,
"seolah-olah ungkapan sayang kepada seorang anak")
Bu Dina: "Ada
keperluan apa Ananda?"
Laras: "Tadinya saya mau minta tanda tangan Ibu untuk absen seminar
proposal saya kemarin... Tapi, sepertinya Ibu sedang sibuk ya?"
Bu Dina: "Mana, coba sini saya liat proposal skripsinya.. (Sambil
melihat cover) Hmm.. ini sudah ananda priksa kan? Ga usah saya priksa lagi ya... Langsung
aja saya tanda tangan.. (Sambil b'pikir) Tp.. Kenapa kok lama kali baru minta
tanda tangan saya..?"
Laras: "Saya sakit Bu..." (Memang benar ya Laras sakit..)
Bu Dina: (sambil menandatangani) Oh, pakai surat dokter aja... Ananda ga usah kuliah
dulu.."
Laras: "Sekarang saya sudah sembuh kok Bu.. Lagian saya ga ada mata
kuliah lagi.."
Bu Dina: "Ok lah ananda... istirahat yang cukup ya... Skripsinya pelan2
saja ngerjainnya..." (Sambil tersenyum).
Laras: (Terharu, tapi ga berani nangis. Tapi, seketika itu juga opini Laras
berubah terhadap Bu Dina. Tiba2 Laras jadi sayang sama Bu Dina. Pendapat2 orang
tentang Bu Dina yg jelek2... = Laras ogah ah terlalu nanggepinnya.. Hmmm.. wlu
terkadang Laras juga kesal ma tingkah Bu Dina. He5)
Di dunia ini ga ada satu pun ciptaaan Allah yg sempurna karena kesempurnaan
hanya milik Allah semata. Kita ga boleh menilai orang hanya dari cover luarnya
aja. Seseorang yg kelihatan baik, belum tentu dia sepenuhnya baik. Sebaliknya,
seseorang yg kelihatan pemarah, judes, jutek atau apalah namanya, belum tentu
dia sejelek yg kita kira. Terkadang kita, manusia, hanya bisa
"mengkambing-hitamkan" keadaan d satu situasi yg membuat kita
terpuruk. Dunia tempat kita berpijak ini cukup luas... Jadi, mari lah kita manusia
sama2 saling memahami satu sama lain, tanpa ada pikiran negatif terhadap
sesuatu itu. Waspada boleh saja kita lakukan, asal tidak berlebihan. Menyikapi
perbedaan dengan lebih arif akan membawa kita pada kedamaian yg mungkin saja
saat ini sudah "langka". Kalau kita berharap mencari orang yang
sempurna, maka selamanya kita ga akan punya teman. Saya bukan lah seseorang
yang sempurna, tetapi saya akan berusaha hari demi hari meminimalisir sikap2
jelek yg terdapat di dalam diri sendiri. Teman2 juga bisa kan melakukannya???
Maafkanlah semua kesalahan saya ya teman2 kalau ada khilaf..:)
(^_^)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar