Senin, 18 April 2016
Ku Percaya
Apakah aku pernah terpuruk?
Patah hati?
Galau?
Cita-cita terbesar tidak tercapai?
Merasa tidak ada yang sayang dan peduli?
Pernah. Semua pernah.
Namun, pelan-pelan Aku bangkit. Ada yang pegang dan memapah? Ada. Dialah Ar-Rahman. Menghapus air mata, memeluk, dan tersenyum kepadaku dengan cara-Nya yang unik.
Di saat mulai sembuh, semua keinginan dan harapan aku terbangkan ke langit. Sudah tidak butuh apapun lagi? Siapa bilang. Namun aku sadar, Dia yang lebih mengerti diri ini dibanding diri sendiri, tahu semua kebutuhanku.
Sedih dan bahagia, keduanya anugerah. Di saat menerima tiupan cinta-Nya, sadar hakikat cinta sesungguhnya adalah memberi. Ketika dipraktikkan, akan terkejut, semakin banyak cinta itu kembali.
Nah, kini, aku menemukan obat dari rasa terpuruk itu. Bukan ke Klinik Tongfang, tapi menyerahkan diri. Bukan ke polisi ya. Hadehh!! Hihihi.. Sepenuhnya, Tanpa memikirkan hasil ke depan, percaya saja, ke Sang Robbul Izzati.
Kalau kata Uak Sujiwo Tedjo, "Menghina Tuhan bukan hanya membakar kitab suci, khawatir tidak makan saja sudah menghina Tuhan." (Sungkem Wak, kalau tak sempurna kata-katanya).
Berarti khawatir tidak bisa bangkit lagi, khawatir tidak bisa bahagia, sudah menghina Tuhan. Idih, jangan sampai ya. ☺
***
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, it's hard to kill
Who knows what miracles you can achieve
When you believe
Somehow you will
You will when you believe
Medan, 210216
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar