Senin, 18 April 2016

Trauma

Tanganku dengan sigap mencari sesuatu dalam tas, senjata kecil seperti peniti atau pensil runcing. Aku takut. Masih terasa aroma perampokan 10 tahun silam. Dua mata ini liar melancarkan pandangan ke sekeliling halaman depan The Valley, Dago. Seketika pandangan ini beradu dengan seorang pemuda yang duduk di sebuah motor putih. Dia memanggilku, aku terbodoh, entah masih menari di ingatan bayangan hitam tadi atau tersihir dengan sorot mata pemuda itu. 

#sebuahFiksi

Medan, 030116

2 komentar: