Senin, 18 April 2016

Sebuah Telaga

Sebuah telaga. Di situlah aku melihat banyak hal tentang masa lalu. Saat terlihat hal pahit, sendi-sendi ini sakit semua. Langsung saja kuobok-obok air di telaga itu, seketika kudapati kenangan manis, tentang perjuangan sampai pada titik ini sehingga bibir ini menyunggingkan sebuah senyuman. 

Telaga ini hanya mampu menyajikan masa laluku. Dia hanya sebuah tontonan yang tidak boleh melunturkan semangat yang tersisa.

Saat ini, kubiarkan Tuhanku menuntun ke arah mana harus melangkah tanpa terpaku menatap sang telaga.

Medan, 260116

2 komentar: