Tanganku dengan sigap mencari sesuatu dalam tas, senjata kecil seperti
peniti atau pensil runcing. Aku takut. Masih terasa aroma perampokan 10
tahun silam. Dua mata ini liar
melancarkan pandangan ke sekeliling halaman depan The Valley, Dago.
Seketika pandangan ini beradu dengan seorang pemuda yang duduk di sebuah
motor putih. Dia memanggilku, aku terbodoh, entah masih menari di
ingatan bayangan hitam tadi atau tersihir dengan sorot mata pemuda itu.
#sebuahFiksi
Medan, 030116
Nocomment :v
BalasHapusIni murni fiksi hayalan kakak. Cuma memang pernah ke Dago itu. Datar kali. :D
Hapus