Senin, 18 April 2016

Untuk Calon Pasanganku Nanti...

Untuk Calon Pasanganku Nanti..

(Pakai Dialek Medan)

Adek bukan wanita baik, Bang. Masih banyak minus di sana-sini. Cerita tentang memantaskan diri, kurang ngertinya adek itu, Bang. Tau adek ya, setiap saat belajar ini itu, karena sadar kalau diri ini masih jauh dari cerdas.

Tentang keshalihan, sungguh diri adek ini bukan wanita yang shalihah, Bang, jadi adek nggak berani nuntut ke Allah punya suami yang tiada dua keshalihannya. Biarlah nanti kita sama-sama belajar untuk lebih mengenal Tuhan kita ya, Bang. Jangan sampai kita gini-gini aja, karena adek nggak mau keturunan kita kelak masih bodoh aja kayak adek sekarang. Tak bisa dipungkiri, keturunan itu cerminan orang tuanya.

Aku setengah darimu dan kamu setengah dariku, setengah tambah setengah jadi satu, tugas kita adalah saling melengkapi dan saling mengisi kekurangan satu sama lain, bukan saling menuntut.

Oh ya, taunya Abang, adek tidak begitu suka pakai make-up, tapi nggak suka pulak adek jorok, bauk, dan berantakan pakaian dan badan ini.

Terakhir ya, adek nggak cantik, tapi Insya Allah, Abang laki-laki pertama yang mendapatkan, yang nggak pernah adek kasih ke laki-laki lain.

Udah dulu ya, Bang. Udah sipit mata ini, ngantuk. 😁😁

Medan, 190116

2 komentar: